Nyobain Sate Taichan Goreng

Perlu diketahui, gue orang yang jarang main keluar rumah apalagi makan di luar. Mumpung sabtu kemarin gue pergi ke acara Hakabe yang ternyata sepi, gue memanfaatkannya untuk makan di luar juga. Setelah berunding dengan empat teman gue. Akhirnya kita memutuskan untuk makan di Sate Taichan Goreng di daerah Galaxy. Restoran ini katanya milik pacar selebgram yang ultahnya kemarin dibeliin Range Rover dan Iphone 7. Gak peduli sih gue. Tapi kali aja ada yang mau tau.

Lokasi

Letak restoran ini gak jauh dari Gerbang Galaxy tepatnya di areal Ruko Grand Galaxy City. Gampang dicari dan lumayan deket dari Grand Galaxy Park. Jadi kalo kalian yang abis nonton mau cari makanan bisa kesana. Atau enggak.


Suasana

Kesan pertama gue masuk tempat ini rasanya sempit. BANGET. Mungkin karena bentuk ruko yang memanjang dan meja yang disusun kiri-kanan dan ditengah sebagai jalan utama (seperti di dalam bis). Pertama masuk mata gue gak dimanjakan oleh apa-apa. Temboknya cuma putih gak didekorasi lagi. sayang banget. Belum lagi, gue merasakan di depan pintu itu berantakan banget, tempat pembakaran sate ada di sisi kiri pintu masuk dan di sebelah kanan ada tempat bakar sate yang gak digunakan, nungging gitu aja dan ditutupin terpal. Menurut gue ganggu banget. Tukang nasi goreng pinggir jalan aja menurut gue bisa lebih rapih. Sayang.

Gue dan teman-teman menuju ke tempat pemesanan. Gue gak terlalu liat semua menunya, karena emang tujuan utama cuma mau cobain satenya. Jadi kita cuma memesan 2 paket sate, 2 lontong, dan 4 es teh masih. Total harganya Rp80.000,00. Belum termasuk pajak 10% dan services 5%.
Kita pun bayar langsung karena sistemnya seperti KFC yang "Bayar dulu baru makan". akhirnya kita bayar dengan cara patungan. Hehe, Di area kasir juga menurut gue terlihat berantakan, ada rak plastik yang gak diisi apa-apa. ada kertas yang ditulis tangan berisikan "harga belum termasuk pajak 10% dan services 5%" dan "Silahkan duduk menyesuaikan nomor yang diberikan dengan nomor pada meja". Gak rapih.

Kita dapat nomor 17, mejanya berada pada lantai 2. Tangga juga sempit, lebarnya seukuran eskalator Stasiun Cikini atau kurang lebih selebar badan orang normal. Ya pokoknya sempitlah.

Setelah masuk lantai 2, tempatnya jauh lebih nyaman dari lantai 1 yang plain dan panas. Di lantai 2 ini ada beberapa sticker (atau lukisan?) di temboknya. Pokoknya di tembok banyak tempat buat foto-foto cantik untuk masuk instagram. Lebih enak buat memanjakan mata deh pokoknya. Kita menunggu makanan datang gak lama, sekitar 10 menitan sate taichan ini sudah ada di meja.


Makanan

Sebelumnya, gue gak pernah makan bahkan gak tau yang namanya sate taichan ini. Jadi, pertama kali sate ini ada di depan mata, yang pertama kali gue pikir adalah
Putih gini, udah mateng apa belom sih?
Iya. Gue norak.
Sebesar Upil.
Maafkan tangan saya yang gemeter.
Dari sisi visualnya, sate ini gak kelihatan menggiurkan. Gue pun sebenernya agak males untuk makan karena satenya yang berwarna putih dan potongan satenya yang sebesar upil. Tapi karena gue pikir sayang udah bayar tapi gak dimakan, apa salahnya? Akhirnya gue hapus segala prasangka gue terhadap sate ini dan mencoba pada lahapan pertama.

Dan ternyata...

Seger. Rasa satenya lumayan enak walaupun gak kelihatan pakai bumbu, olesan bumbu cabenya juga berasa enak gak cuma membakar mulut. Perpaduan rasa pedes, asam, dan asinnya bikin seger. Rasa pedasnya gak terlalu membakar lidah walaupun kelihatan banyak biji cabenya. Gue yang gak terlalu suka pedes bisa makan sate ini dengan nyaman. Sate ini enak dimakan langsung atau ditetesin jeruk. Dua-duanya enak. Beda jauh dari perkiraan yang gue pikir bakalan "gak mateng" karena warnanya yang putih.
Penyegaran temlen gaes.
Lontongnya biasa aja seperti lontong kebanyakan. Minumnya es teh manis. Gelasnya lucu. Bisa buat foto-foto.

Kesimpulan

Sate Taichan Goreng ini walaupun potongan satenya yang kecil-kecil gak bakal bikin kenyang, bisa dibilang makanan yang lumayan enak dan menyegarkan, Gue pun suatu saat bakal makan lagi jika ada temannya. Haha.

Tempatnya kurang bersahabat dengan mata gue. Kurangnya dekorasi di lantai satu dan berantakannya pintu masuk membuat orang (seperti gue) menilai buruk restoran itu. Pihak mereka harus merapikan lagi pintu masuk yang berantakan, sempit, dan panas itu. Lantai 2 lumayan bagus dan bisa memanjakan mata gue dan ruangannya cukup nyaman karena menggunakan AC.

Tempat: 5/10
Makanan: 7/10
Pelayanan: 7/10

Semoga review ini membantu.

Comments

  1. Eh, ini di restoran gitu? Yang punya selebgram? Baru tau. Wahaha. Waktu itu, gue diajak sama temen di pinggiran jalan gitu masa. Ya, kayak semacam kedai doang gitu. Tapi gak jadi makan karena rame banget. :(

    Tempat emang penting, ya. Nilainya cuma 5. Wakakak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya bukan restoran juga sih, ruko sempit gitu. Haha
      Itu di mana yog yang di pinggir jalan? Gak betah gue sama tempatnya. Sempit dan terlalu crowded.

      Delete
  2. dik,,, katanya lu makan diluar,,,,?
    tapi kok? didalem ruko? #commentiseng

    ReplyDelete

Post a Comment

Silahkan komentar, cerita, curhat juga boleh. Yang penting bukan spam. Semoga hari kalian menyenangkan!

Salam hangat dari Om.

Popular posts from this blog

Layar Retak, Bongkar Sendiri

Poke Ball Desain Datar